saudaraku kaum muslimin -yang semoga Allah merahmati kita semua- sudah menjadi ketentuan sunnatullah yang tidak bisa diingkari oleh manusia bahwa Allah Ta’ala menciptakan manusia tidaklah di atas satu keimanan kepada-Nya atau satu kekufuran kepada-Nya, akan tetapi diciptakan dan dijadikan mereka berselisih karena suatu hikmah yang bijak dari Al-Kholiq (Pencipta) sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Hud ayat 118-119:
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ . إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
“Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: Sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya”
Wahai kaum muslimin -yang semoga Allah merahmati kita semua- dari ayat di atas jelaslah bagi kita bahwa Allah telah memberi cobaan kepada kaum mukminin dengan perselisihan dan perbedaan yang terjadi diantara manusia sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah Ta’ala dalam Surat Al-Furqon: 20
وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا
“Dan Kami jadikan sebagian kalian untuk sebagian yang lain sebagai cobaan apakah kalian bersabar, dan adalah Tuhanmu Maha Melihat”